Berkunjung atau Berharap Mendapat Kunjungan Balik?
Friday, January 13, 2012 by Keith Mercer
Selamat membaca .Pasti dong. Lha wong saya sudah susah payah buang waktu, tenaga, dan biaya untuk mengunjungi journal sampeyan moso ndak dapet kunjungan balik. Kira-kira ada sebagian blogger yang menjawab dengan kalimat senada. Berarti kunjungan mereka tidak tulus, walau masih terlalu dini untuk bicara ketulusan, karena saya sudah lupa dengan definisi tulus. Mungkin ada yang masih ingat? Blogwalking adalah sehat untuk maternity aktifis blogging, tapi jangan salah, bila anda lupa hakekat blogwalking seutuhnya maka siap-siap saja jika disebut sedang mengejar nona alexa. Tapi saya juga tidak mau berpendapat kalau blogwalking bisa merebut hati si cantik alexa, mengenai hal itu sebaiknya anda tanyakan saja kepada Bapak/Ibu Dosen SEO. Karena saya hanya ingin menulis. Saya juga tidak mau ikut campur dengan urusan maternity blogwalker kentut, tebar pesona ke ribuan journal demi memperoleh kunjungan balik nonnegative incentive komentar kentut pula. Sebab saya tidak mampu. Pern! ah beberapa kali uji coba melakukan hal serupa, malah jadi kejang otot, setiap usai jalan-jalan blogging harus sedia balsem. Akhirnya tobat, kembali ke jalan yang sesat menjadi blogger murtad sekte SEO. Lebih memilih tenggelam di kolam entri baru, sampai terus menguji kemampuan untuk menghasilkan postingan yang lezat, enak di lidah dan sedap di pandang oleh pembaca. Apalagi kalau sampai ada pengunjung yang histeris dan semaput di kolom komentar, pastinya saya tambah bersemangat supaya mereka lupa untuk mengedipkan matanya. Kemudian tergeletak tidak berdaya, kelelahan. Itu adalah pengalaman saya. Tentu saja berbeda dengan niatan dan pengalaman anda selama menjalankan aktifitas blogwalking. Hal tersebut bukan berarti melarang anda menjadi blogwalker, tapi kiranya dapat menahan diri, jangan sampai mengikuti way pergaulan bebas dengan sembarang blogger. Cukup dengan pujian maut maka terjalinlah hubungan cinta satu malam, pura-pura saling mensupport dan mencintai namun cuma berl! aku pada saat itu saja selama saling mengumpan bloa. Tapi sete! lah itu. ..... (saya tidak tahu). Membangun sebuah pondasi akan lebih kuat, dari pada mengumpulkan jutaan buih, karena cuma tertiup angin sepoi sudah berhamburan. Apalagi kalau sampai dihantam badai? Tentunya hanya anda yang tahu jawabnya.
puisi cinta, puisi rindu, puisi sedih, puisi rindu, puisi romantis, puisi sahabat, kata kata romantis, cerita remaja, cerpen lucu, tips cinta, puisi, kumpulan puisi cinta, curahan hati, pantun cinta, pantun lucu, aneka kehidupan remaja, gaya hidup remaja, pacaran zaman sekarang, foto gadis cantik, kisah cinta remaja, kisah sedih, puisi islami, gosip selebritis, ramalan zodiak, Source: View Original Source
terima kasih
Angga Sanusi
- Cara menaikkan jumlah pengunjung Blog
- Cara menghasilkan uang di Internet
- Cara antelope Blog!
- Cara mudah mendapatkan Back Link & Traffic
- Tips, Trik, Tutorial & Download Gratis
Angga Sanusi
Post a Comment